Hendak Tikam Tentara Israel, Warga Palestina Ditembak Mati

Tepi Barat – Tentara Israel menembak mati seorang warga Palestina di Tepi Barat. Warga Palestina itu ditembak saat berusaha menikam salah satu tentara Israel.

Seperti dilansir Reuters, Senin (15/10/2018), insiden ini terjadi di sebuah halte bus di ruas jalanan utama dekat permukiman Yahudi Ariel di Tepi Barat.

“Seorang warga Palestina berusaha menikam seorang tentara di area tersebut. Tentara-tentara kami melepas tembakan ke arahnya dan dia terbunuh,” sebut militer Israel dalam pernyataannya.

“Tidak ada korban jiwa di antara tentara kami,” imbuh pernyataan tersebut.
Media-media Israel melaporkan bahwa dua tentara Israel biasanya secara rutin berjaga-jaga di halte bus yang menjadi lokasi serangan.

Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Palestina terkait insiden ini. Identitas warga Palestina yang tewas ditembak Israel belum diketahui pasti.

Motif penyerangan ini juga tidak diketahui secara jelas.

Namun beberapa tahun terakhir, gelombang serangan pisau dan serangan mobil yang didalangi oleh warga Palestina mengalami peningkatan di wilayah Tepi Barat dan Israel. Serangan semacam ini marak setelah perundingan damai antara Israel dan Palestina mengalami kebuntuan.

Palestina menginginkan agar wilayah Tepi Barat, yang dicaplok Israel dalam Perang Timur Tengah tahun 1967, menjadi bagian dari negara masa depan mereka. Kebanyakan negara juga menganggap ilegal setiap permukiman Yahudi yang dibangun Israel di Tepi Barat.

Otoritas Israel menentang semua hal itu.

(nvc/bag)

Menang Pemilu Sela Malaysia, Anwar Ibrahim Selangkah Lagi Jadi PM

Port Dickson – Eks Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim segera kembali berkancah ke dunia politik. Kembalinya Anwar ke politik ditandai kemenangannya meraih kursi parlemen pada Pemilu Sela Malaysia.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan CNN, Minggu (14/10/2018), Anwar mendapat 71% atau 31.016 suara dan mengalahkan 6 kandidat lainnya dalam Pemilu sela di Port Dickson. Pesaing terdekatnya mendapat 7.456 suara.

“Reformasi tidak berakhir dalam satu bulan, atau empat bulan, atau setahun. Reformasi berarti membersihkan dan membebaskan media, menghapus korupsi, membuat perilaku etis menjadi budaya dalam politik,” ujar Anwar kepada pendukungnya dalam orasi kemenangan seperti dilansir Reuters.

“Saya ingin memberitahu Anda semua yang memilih, dan teman-teman kami dari seluruh negara, saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan kepada saya,” imbuh Anwar.
Dengan demikian, langkahnya menjadi PM Malaysia menggantikan Mahathir Mohamad kian dekat. Mahathir sebelumnya juga pernah berjanji akan menyerahkan jabatan tersebut kepada Anwar.

Sebelumnya, Anwar pernah divonis 5 tahun atas kasus sodomi sejak 2015 dan kini sudah dibebaskan di bawah pemerintahan Mahathir, yang menggantikan Najib Razak. Nah, Anwar dan Mahathir berkoalisi untuk mengalahkan Najib. Sesuai kesepakatan di antara keduanya, Mahathir akan menyerahkan posisi PM Malaysia kepada Anwar setelah dua tahun menjabat.

“Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun,” ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi, seperti dikutip pada Selasa (8/5).

Saksikan juga video ‘Putri Anwar Ibrahim Pastikan Ayahnya Siap Pimpin Malaysia’:

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/imk)

Kanada Umumkan Bantuan Tambahan Rp 576 M Bagi Pengungsi Palestina

Ottawa – Pemerintah Kanada menambah jumlah bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Palestina. Kanada mengumumkan bantuan tambahan CAN$ 50 juta (Rp 576,5 miliar) untuk Badan PBB bagi Pengungsi Palestina atau UNRWA, yang mengalami krisis usai Amerika Serikat (AS) menyetop bantuan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/10/2018), pengumuman bantuan kemanusiaan tambahan dari Kanada ini diumumkan setelah AS — penyumbang tunggal terbesar untuk UNRWA — mengumumkan penghentian pendanaan sebesar US$ 350 juta per tahun untuk badan pengungsi Palestina itu.

Langkah yang diambil Presiden Donald Trump sejak Agustus lalu itu memicu krisis pendanaan bagi UNRWA.


UNRWA didirikan tahun 1950 untuk membantu para pengungsi Palestina yang kehilangan rumah karena konflik Timur Tengah tahun 1948. Bantuan yang telah diberikan berbentuk sekolah-sekolah, layanan kesehatan dan penyaluran makanan.

Kontribusi yang diberikan Kanada untuk UNRWA itu akan diberikan bertahap dalam jangka waktu dua tahun.

Disebutkan otoritas Kanada bahwa bantuan sebesar CAN$ 40 juta akan digunakan untuk ‘memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari juta pengungsi Palestina’.

Kemudian bantuan CAN$ 10 juta akan digunakan untuk memberikan ‘bantuan darurat untuk menyelamatkan nyawa bagi lebih dari 460 ribu pengungsi Palestina di Suriah dan Lebanon’.

Pada tahun 2016, pemerintahan Perdana Menteri Justrin Trudeau mencabut pemotongan bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Trump dan Israel, sekutu AS, menentang cara UNRWA beroperasi dan tidak sepakat dengan cara pengungsi Palestina dihitung. Lebih dari 750 ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir selama perang Timur Tengah tahun 1948 silam, yang memicu berdirinya negara Israel. Ratusan ribu warga Palestina itu beserta para keturunannya dianggap sebagai pengungsi oleh UNRWA.

(nvc/fdn)

Serempet Tembok Saat Lepas Landas, Pesawat Air India Tercabik

New Delhi – Badan pesawat maskapai Air India Express mengalami kerusakan parah di bagian lambung usai menyerempet tembok bandara saat lepas landas di Trichy, India. Beruntung, pesawat masih bisa terbang dan akhirnya mendarat darurat tanpa insiden apapun.

Dilaporkan media lokal India, NDTV, Kamis (12/10/2018), pesawat yang membawa 130 penumpang dan enam awak ini lolos dari bahaya saat mengudara dengan kerusakan di badan pesawat yang tidak disadari sang pilot. “Sangat, sangat dekat dengan bahaya,” sebut NDTV.

Pesawat tujuan Dubai, Uni Emirat Arab, dengan nomor penerbangan IX 611 ini menyerempet tembok pembatas Bandara Trichy saat lepas landas pada Jumat (12/10) dini hari. Pesawat melaju di landasan dengan kecepatan 250-290 kilometer per jam dan menukik tepat di tembok pembatas bandara sebelum sepenuhnya mengudara.


Dua roda pesawat itu menyerempet tembok perimeter bandara, yang kemudian ambruk. Sejumlah antena ILS atau Instrumentation Landing System yang ada di balik tembok pembatas itu juga rusak usai diserempet pesawat ini.

Pesawat tetap mengudara selama 3 jam usai menyerempet tembok, karena pilot tidak menyadari adanya kerusakan. Saat ditanya pihak Air Traffic Control (ATC) soal apakah pesawat ‘mungkin melakukan kontak’ dengan tembok perimeter bandara, pilot menjawab ‘sistem pesawat beroperasi normal’.

Laporan juga menyebut pesawat sempat hilang kontak dengan ATC usai insiden terjadi. Komunikasi kembali pulih beberapa menit saat ATC Mangalore meminta pilot melakukan pendaratan darurat di Mumbai. Seluruh penumpang dan awak pesawat itu turun dalam kondisi selamat. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden ini.

Usai mendarat darurat pada Jumat (12/10) pagi, kerusakan yang dialami badan pesawat jenis Boeing 737 ini baru terungkap. NDTV melaporkan bahwa bagian bawah lambung pesawat pada dasarnya terlihat seperti ‘tercabik’.

Otoritas setempat mendapati beberapa bagian pesawat mengalami kerusakan seperti tercabik, ada retakan dan penyok di beberapa sisi. Kerusakan semacam ini sebenarnya sangat berbahaya bagi penerbangan. Foto-foto yang beredar menunjukkan kerusakan luar biasa pada bagian lambung pesawat. Dituturkan seorang pejabat setempat yang enggan disebut identitasnya, bahwa patahan antena pesawat ditemukan di landasan bandara.

“Pesawat tergores di bagian lambung bawah, lebih ke bawah sedikit lagi, semuanya akan berakhir,” sebut seorang pilot setempat mengomentari kerusakan pesawat Air India Express itu. Pilot ini bukan yang menerbangkan pesawat tersebut.

Dituturkan pihak maskapai Air India Express, anak perusahaan maskapai Air India, bahwa pilot dan kopilot pesawat itu telah dibebaskan dari tugas untuk diselidiki. Pihak maskapai juga membeberkan jam terbang pilot dan kopilot tersebut.

“Pilot yang bertugas adalah Kapten D Ganesh Babu, yang memiliki pengalaman menerbangkan pesawat B 737 selama 3600 jam. Kopilot adalah Kapten Anurag yang memiliki pengalaman 3000 jam terbang untuk (pesawat) B 737,” sebut Air India Express dalam pernyataannya.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India menuturkan kepada NDTV bahwa pihaknya akan menyelidiki insiden ini. “Pesawat tampaknya melampaui (overshot) landasan,” tegas Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India.

(nvc/rna)

Mengurai Misteri Hilangnya Wartawan Saudi dari Smartwatch

Jakarta – Kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi masih terus diselidiki. Perkembangan terakhir, otoritas Turki menemukan petunjuk dari jam tangan pintar atau smartwatch yang dipakai Khashoggi sebelum hilang di kantor konsulat Arab Saudi.

Dituturkan dua pejabat senior Turki, seperti dilansir Reuters, Kamis (11/10/2018), Khashoggi memakai smartwatch merek Apple saat masuk ke gedung konsulat pada 2 Oktober.

Sementara ponselnya, dititipkan ke tunangannya, Hatice Cengiz yang tidak bisa masuk ke dalam. Diketahui bahwa salah satu telepon genggam itu terhubung dengan Apple Watch yang dipakai Khashoggi saat itu.

Disebutkan seorang pejabat senior pemerintahan Turki dan seorang pejabat senior keamanan setempat yang tidak bisa disebut identitasnya, dua perangkat teknologi yang saling terhubung itu menjadi ‘jantung’ penyelidikan atas hilangnya Khashoggi.

“Kami telah menentukan bahwa itu memang dia ketika dia masuk ke dalam Konsulat (Saudi-red),” ujar pejabat keamanan Turki itu, merujuk pada rekaman kamera keamanan.

Pada Rabu (3/10), Kementerian Luar Negeri Turki memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk meminta penjelasan hilangnya Khashoggi. Seorang narasumber di tubuh pemerintah Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters dan Washington Post bahwa tinjauan awal kepolisian adalah Khashoggi dibunuh di dalam konsulat.

“Kami meyakini pembunuhan itu direncanakan dan jenazahnya belakangan dikeluarkan dari konsulat,” sebut salah satu sumber kepada Reuters.

Hingga kini, kasus hilangnya Khashoggi masih dalam penyelidikan.

Sekilas tentang Khashoggi, dia bersikap kritis terhadap sejumlah kebijakan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman dan intervensi militer Saudi di Yaman.
(nkn/bag)