Kanada Umumkan Bantuan Tambahan Rp 576 M Bagi Pengungsi Palestina

Ottawa – Pemerintah Kanada menambah jumlah bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Palestina. Kanada mengumumkan bantuan tambahan CAN$ 50 juta (Rp 576,5 miliar) untuk Badan PBB bagi Pengungsi Palestina atau UNRWA, yang mengalami krisis usai Amerika Serikat (AS) menyetop bantuan.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/10/2018), pengumuman bantuan kemanusiaan tambahan dari Kanada ini diumumkan setelah AS — penyumbang tunggal terbesar untuk UNRWA — mengumumkan penghentian pendanaan sebesar US$ 350 juta per tahun untuk badan pengungsi Palestina itu.

Langkah yang diambil Presiden Donald Trump sejak Agustus lalu itu memicu krisis pendanaan bagi UNRWA.


UNRWA didirikan tahun 1950 untuk membantu para pengungsi Palestina yang kehilangan rumah karena konflik Timur Tengah tahun 1948. Bantuan yang telah diberikan berbentuk sekolah-sekolah, layanan kesehatan dan penyaluran makanan.

Kontribusi yang diberikan Kanada untuk UNRWA itu akan diberikan bertahap dalam jangka waktu dua tahun.

Disebutkan otoritas Kanada bahwa bantuan sebesar CAN$ 40 juta akan digunakan untuk ‘memenuhi kebutuhan pendidikan dasar, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari juta pengungsi Palestina’.

Kemudian bantuan CAN$ 10 juta akan digunakan untuk memberikan ‘bantuan darurat untuk menyelamatkan nyawa bagi lebih dari 460 ribu pengungsi Palestina di Suriah dan Lebanon’.

Pada tahun 2016, pemerintahan Perdana Menteri Justrin Trudeau mencabut pemotongan bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang diberlakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Trump dan Israel, sekutu AS, menentang cara UNRWA beroperasi dan tidak sepakat dengan cara pengungsi Palestina dihitung. Lebih dari 750 ribu warga Palestina melarikan diri atau diusir selama perang Timur Tengah tahun 1948 silam, yang memicu berdirinya negara Israel. Ratusan ribu warga Palestina itu beserta para keturunannya dianggap sebagai pengungsi oleh UNRWA.

(nvc/fdn)