Akui Pembunuhan Khashoggi Terencana, Jaksa Saudi Temui Jaksa Turki

Istanbul – Jaksa penuntut Arab Saudi yang memimpin penyelidikan kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi bertemu dengan ketua jaksa Istanbul di Turki. Jaksa Saudi juga dilaporkan akan memeriksa Konsulat Saudi di Istanbul, tempat Khashoggi dibunuh.

Dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu Agency dan dilansir Reuters, Senin (29/10/2018), jaksa penuntut Saudi, Saud al-Mojeb, dilaporkan bertemu dengan ketua jaksa Istanbul, Irfan Fidan, di markas pengadilan utama Istanbul, Turki pada Senin (29/10) waktu setempat.

Pertemuan di antara keduanya dilaporkan berlangsung selama 75 menit. Tak diungkapkan lebih lanjut topik apa saja yang menjadi pembicaraan keduanya.

Dalam pernyataan pada Sabtu (27/10) lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki sangat menghargai hasil pembicaraan antara otoritas kejaksaan kedua negara.

Anadolu Agency menyebut bahwa Al-Mojeb juga akan memeriksa Konsulat Saudi di Istanbul yang menjadi lokasi pembunuhan Khashoggi. Waktu pemeriksaan ini belum diketahui pasti. Al-Mojeb diketahui tiba di Istanbul dengan pesawat privat pada Minggu (28/10) malam waktu setempat.

Pekan lalu, Al-Mojeb mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi telah direncanakan. Pernyataan itu bertolak belakang dengan pernyataan resmi otoritas Saudi sebelumnya, yang menyebut Khashoggi tewas dalam perkelahian di Konsulat Saudi di Istanbul.Kasus pembunuhan Khashoggi menjadi perhatian global dan memicu kemarahan setelah terungkap otoritas Saudi tidak jujur dalam memberikan keterangan ke sbobet indonesia. Dari awalnya membantah tahu-menahu soal keberadaan Khashoggi yang dinyatakan hilang, hingga akhirnya mengakui Khashoggi tewas secara tidak sengaja dalam perkelahian di dalam Konsulat Saudi dan belakangan mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan berencana.

Meski otoritas Saudi telah mengakui Khashoggi tewas dalam pembunuhan yang direncanakan, pertanyaan soal lokasi jenazah Khashoggi dan siapa pemberi perintah pembunuhan masih belum terjawab.

Otoritas Saudi menahan 18 tersangka dan memecat lima pejabat senior pemerintahan sebagai bagian dari penyelidikan mereka atas kasus Khashoggi. Beberapa orang di antaranya diketahui memiliki keterkaitan dengan putra mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Negara-negara Barat mencurigai putra mahkota Saudi ikut bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi, namun otoritas Saudi menyangkalnya.

Erdogan telah menyerukan kepada Saudi untuk mengekstradisi 18 tersangka agar bisa diadili di Turki. Seruan itu terindikasi akan ditolak Saudi, dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, menegaskan para tersangka akan diadili di Saudi.