Setahun Pembunuhan Jurnalis Antikorupsi Malta, Dalang Utama Ditemukan

Valletta – Setahun berlalu, penyidik kepolisian Malta baru berhasil mengidentifikasi dalang pembunuhan wartawan antikorupsi, Daphne Caruana Galizia, yang tewas dalam ledakan bom mobil. Setidaknya tiga warga Malta diyakini sebagai dalang utama ledakan bom yang menewaskan Galizia tahun lalu.

Galizia tewas dalam usia 53 tahun setelah mobil yang dikendarainya meledak hebat di ruas jalanan dekat ibu kota Valletta pada Oktober 2017. Ledakan itu membuat mobil yang dikendarai Galizia hancur dan ringsek. Jenazah Galizia terlempar hingga ke lahan kosong di dekat lokasi.

Seperti dilaporkan media lokal, The Sunday Times of Malta dan dilansir Reuters, Senin (19/11/2018), tiga orang yang diduga menjadi dalang utama dari itu baru diidentifikasi sekitar 13 bulan kemudian. Namun identitas ketiga orang itu tidak diungkapkan ke publik.

Laporan The Sunday Times of Malta yang mengutip pejabat tinggi kepolisian setempat yang memimpin penyelidikan kasus ini, menyebutkan penyelidikan kasus ini berada dalam ‘tahap sangat maju’. Belum ada tanggapan resmi dari kepolisian setempat terhadap laporan ini.

Seorang sumber Kepolisian Malta malah menyebut laporan itu tidak benar. “Itu tidak seperti yang dilaporkan, tidak … kami belum menemukan siapa di balik kasus ini,” sebut sumber kepolisian yang mengaku telah diberi briefing soal penyelidikan itu pada level senior, kepada Reuters.

Secara terpisah, saudara perempuan Galizia, Corinne Vella, menyatakan kepada Reuters bahwa ‘keluarga tidak diberitahu secara formal oleh polisi bahwa tersangka dalang utama telah teridentifikasi’. Sumber-sumber yang dikutip The Sunday Times of Malta tidak memberikan indikasi soal berapa lama penyelidikan akan berlangsung atau apakah ada penangkapan baru dalam kasus ini.

Lokasi tewasnya Daphne Caruana GaliziaLokasi tewasnya Daphne Caruana Galizia Foto: REUTERS/Darrin Zammit Lupi

Kasus Galizia ini membuat publik Eropa terkejut dan bertanya-tanya soal penegakan aturan hukum di Malta. Sekitar setahun lalu, ada tiga tersangka lain yang ditangkap terkait kasus ini. Mereka diduga sebagai sosok yang ditugasi melakukan pembunuhan terhadap Galizia, namun ketiganya mengaku tak bersalah.

Pengadilan setempat sempat mencatat bukti awal yang menyatakan tiga tersangka itu menanam sebuah bom di dalam mobil Galizia dan meledakkannya lewat sebuah pesan singkat. Motif di balik pembunuhan ini belum diketahui pasti.

Laporan The Sunday Times of Malta menyebut dalang utama di balik kasus ini memiliki motif berbeda-beda dan sepakat bersama-sama menyewa tiga tersangka tersebut untuk membunuh Galizia. Tidak diketahui juga apakah tiga dalang utama itu datang dari sektor kriminal, bisnis atau politik.

Sosok Galizia dikenal sebagai wartawati yang mengungkap dugaan korupsi oleh orang dekat Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat. Diketahui bahwa sebelum tewas, Galizia sempat melapor ke polisi soal sejumlah ancaman yang dia terima.

Dalam postingan terakhir di blognya, yang diposting kurang dari satu jam sebelum kematiannya, Galizia menekankan tudingan soal Kepala Staf PM Muscat, Keith Schembri, yang disebutnya menggunakan pengaruh dalam pemerintahan untuk memperkaya diri. “Ada banyak bajingan ke mana saja Anda memandang sekarang. Situasinya sungguh membuat putus asa,” tulisnya saat itu.

PM Muscat sendiri telah memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab di balik kematian Galizia. “Saya tidak akan istirahat hingga keadilan ditegakkan,” ucapnya.

(nvc/bag)