Skandal Odebrecht, 2 Putra Mantan Presiden Panama Ditangkap di AS

Washington – Dua putra mantan Presiden Panama Ricardo Martinelli, yang dituduh menerima suap jutaan dolar dalam skandal Odebrecht, ditangkap di Amerika Serikat.

“Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menangkap warga negara Panama, Luis Martinelli-Linares dan Ricardo Martinelli-Linares yang ada di AS secara tidak sah, dalam operasi yang ditargetkan di Coral Gables, pada 20 November,” demikian disampaikan pejabat-pejabat AS dalam statemen yang dirilis untuk media seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/11/2018).

“Kedua orang itu masuk ke AS secara sah, namun visa mereka dicabut pada tahun 2017, dan mereka telah ada di AS secara tidak sah sejak saat itu,” demikian disampaikan.

Martinelli memimpin Panama dari 2009 hingga 2014. Dia diekstradisi dari AS ke Panama pada Juni lalu untuk menghadapi dakwaan korupsi dan memata-matai lawan-lawan politiknya, serta dugaan untuk membantu menggelapkan dana US$ 45 juta dari program makan siang sekolah pemerintah.

Perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht, yang menjadi sumber skandal penggelapan yang telah menjerat banyak pejabat dari Amerika Latin ini, setuju untuk membayar denda US$ 220 juta kepada pemerintah Panama dan bekerja sama dengan otoritas.

Andre Campos Rabello, mantan kepala Odebrecht di Panama, telah mengatakan di persidangan bahwa kedua putra Martinelli menerima suap senilai hingga US$ 6 juta antara tahun 2009 dan 2010. Suap tersebut merupakan imbalan atas janji mereka untuk memfasilitasi pembangunan proyek-proyek konstruksi. Interpol telah mengeluarkan Red Notices untuk menangkap kedua putra Martinelli.

Odebrecht mengaku telah membayar suap hingga US$ 59 juta antara tahun 2010 dan 2014 untuk mendapatkan kontrak-kontrak publik di Panama.

(ita/ita)